Ehngapain pura-pura, emang beneran bahagia ko bisa liburan ke Labuan Bajo, apalagi Gratis dari @pigijo_ hihi.. Makan terakhir kami saat Lunch sembari Kapal menuju dermaga. Pokoknya pengalaman sailing trip selama 3 hari 2 malem ini sangat berkesan dan ngak akan terlupakan. Banyak canda tawa, seru-seruan pokoknya kita semua hepi-hepi aja TiketLihat Komodo Rp 3,75 Juta! Foto-foto dermaga Labuan Bajo viral di media sosial karena ditutup pakai rantai dan tidak beroperasi. Apa yang terjadi, apakah benar ditutup usai heboh kenaikan tarif tiket Komodo? Melalui pemandu wisata lokal, diketahui akar permasalahan dari utas tersebut. Rupanya penutupan dermaga dan jetty dilakukan dalam KemenparekrafRI melalui BPOLBF menjamin liburan yang aman ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) lewat jasa agen perjalanan yang resmi. "Kami mendata agen perjalanan resmi yang disiapkan melalui akses registrasi daring untuk mempermudah akses wisatawan ke agen resmi," kata Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Labuan Bajo, sebuah destinasi wisata yang semakin populer di Indonesia, memiliki keunikan yang menarik para wisatawan. Terletak di Kepulauan Nusa Tenggara Timur, Labuan Bajo bukan hanya menawarkan keindahan alam yang memukau, tetapi juga pengalaman liburan yang tak terlupakan. Berikut ini adalah enam keunikan Labuan Bajo yang patut Anda Alam Bawah Laut Salah satu keunikan Labuan Bajo yang pertama adalah keindahan alam bawah lautnya yang memukau. Labuan Bajo kaya akan biota laut yang beragam, menjadikannya sebagai tempat favorit untuk snorkeling dan diving. Anda dapat bergabung dengan perjalanan bersama untuk menikmati aktivitas menyelam Sebayur adalah salah satu pulau populer di Labuan Bajo yang menjadi destinasi menikmati pesona bawah laut. Pulau ini memiliki fasilitas yang lengkap untuk para wisatawan yang ingin melakukan snorkeling dan diving. Selain itu, ada juga titik diving lain yang terkenal seperti Castle Rock, Batu Bolong, dan Crystal Rock. Spot-spot ini dapat dicapai dengan menggunakan kapal dan memiliki jarak yang tidak terlalu jauh. Setelah menikmati keindahan bawah laut, Anda dapat menjelajahi pulau-pulau sekitar yang juga menawarkan pemandangan yang PinkKeunikan Labuan Bajo lainnya adalah adanya Pantai Pink. Pantai ini merupakan daya tarik yang menarik perhatian baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Pantai Pink di Labuan Bajo adalah salah satu dari tujuh pantai berpasir pink di dunia. Pasir pink tersebut berasal dari Foraminifera, hewan mikroskopis yang memberikan pigmen merah pada koral di sekitar pantai. Pantai Pink adalah tempat yang tidak boleh Anda lewatkan saat mengunjungi Labuan Menerima Uang RecehLabuan Bajo memiliki keunikan unik dalam transaksi ekonominya yaitu tidak menerima uang receh. Para pedagang dan warung di Labuan Bajo umumnya tidak menerima pembayaran dengan uang receh. Jadi, pastikan Anda tidak membawa uang receh saat berkunjung ke sana dan menukarkan uang receh Anda Seribu SunsetLabuan Bajo juga dikenal sebagai "Kota Seribu Sunset" karena wilayah ini menghadap ke barat, tempat matahari terbenam setiap hari. Pemandangan matahari terbenam di Labuan Bajo sangat memukau dan menjadi daya tarik bagi para pemburu sunset dan fotografer. Ada beberapa tempat terbaik untuk menikmati matahari terbenam di Labuan Bajo, seperti Bukit Cinta, Bukit Sylvia, Bukit Ketentang, dan pantai-pantai indah. Keindahan alam dan suasana yang tenang akan membuat pengalaman Anda semakin Pulau EksotisLabuan Bajo memiliki gugusan pulau-pulau yang eksotis, menjadikannya salah satu primadona wisata Indonesia. Pulau-pulau indah seperti Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar menjadi daya tarik utama. Anda dapat melihat komodo, reptil tertua di dunia yang dilindungi, berkeliaran bebas di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Selain itu, Anda juga dapat menikmati berbagai aktivitas air seperti berenang, snorkeling, dan diving di gugusan pulau eksotis Labuan Trekking FavoritLabuan Bajo juga memiliki tempat-tempat trekking terbaik untuk para pecinta alam. Trekking di Labuan Bajo memberikan kesempatan untuk melihat komodo dan menikmati pemandangan matahari terbenam yang spektakuler. Jika Anda tertarik untuk melakukan trekking di Labuan Bajo, persiapkan diri Anda dengan baik sebelum berkunjung. Musim panas adalah waktu yang tepat untuk melakukan trekking agar Anda dapat menikmati pemandangan dan cuaca yang baik. Keindahan alam Labuan Bajo yang ditawarkan melalui trekking akan membuat Anda Bajo merupakan destinasi wisata yang memiliki keunikan yang menarik dan alam yang memukau. Dengan pesona alam bawah lautnya, pantai pink, kebijakan transaksi tanpa uang receh, matahari terbenam yang indah, gugusan pulau eksotis, dan trekking yang menakjubkan, Labuan Bajo menjadi tempat yang wajib dikunjungi bagi para wisatawan. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi keindahan Labuan Bajo yang tak terlupakan ini.*Tiyarman Gulo, 3 Juni 2023 1 2 3 4 Lihat Nature Selengkapnya Labuan Bajo yang berada di Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu destinasi prioritas di Indonesia. Keindahan wisata bahari hingga budaya membuat banyak wisawatan tertarik mengunjunginya. Selain populer di kalangan wisatawan domestik, wisatawan mancanegara juga sudah mengakui keindahan Labuan Bajo. Lantas, apa yang membuat banyak wisatawan tertarik datang ke Labuan Bajo?Simak beberapa alasan kenapa kamu harus liburan ke Labuan Bajo, minimal sekali seumur hidup!1. Keindahan bawah laut membuat Labuan Bajo menjadi salah satu spot diving dan snorkeling terbaik di duniaMenyelam di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur 2. Bisa beberapa pulau eksotis yang menjadi warisan UNESCO, kamu bisa mengunjungi Pulau Komodo dan Padar. Favoritnya wisatawan, nih!Ilustrasi Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur 3. Labuan Bajo nyaman untuk jalan kaki dan anti macet. Di sepanjang jalan, kamu bisa menikmati keindahan pantai yang tenangIlustrasi wisata di Nusa Tenggara Timur 4. Menariknya, kamu bisa menginap di atas kapal pinisi yang dirancang untuk wisatawan. Dalamnya seperti hotel, ada kamar dan fasilitas lainnyaKapal Pinisi, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur 5. Berada di daerah pesisir, jangan lupa menikmati berbagai seafood segar dan lezat. Kamu bisa mengunjungi Kuliner Kampung UjungIlustrasi seafood 6. Kamu juga bisa bertemu ikan pari besar yang berukuran hingga tiga meter di Manta Point. Bisa dengan snorkeling atau melihatnya dari atas kapalManta Point, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur Baca Juga 10 Gua Laut Terindah di Dunia, Salah Satunya di Labuan Bajo 7. Ada Pink Beach, salah satu wisata ikonik di Labuan Bajo. Warna pasir pink tersebut berasal dari pecahan karang dan biota lautPink Beach, Labuan Bajo 8. Selain menikmati topografi alamnya, kamu bisa mengunjungi wisata budaya seperti Desa Wae Rebo yang berada di ketinggian mdplDesa Wae Rebo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur 9. Warga asli Labuan Bajo ramah dengan semua orang, ada berbagai suku daerah di sana, seperti keturunan Bugis, Flores, atau ManggaraiIlustrasi warga Nusa Tenggara Timur 10. Keindahan sunset di Labuan Bajo tak perlu dipertanyakan lagi. Seru banget sunset-an sambil ngopi atau nge-teh di pinggir pantaiIlustrasi sunset di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur Itulah beberapa alasan kenapa kamu harus liburan ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, minimal sekali seumur hidup. Labuan Bajo memiliki sejumlah daya tarik yang membuat para wisatawan selalu ingin kembali, lho. Baca Juga FOTO Cantiknya Sunset di Labuan Bajo, Pesonanya Bikin Kebelet Liburan Seperti yang saya ceritakan di artikel sebelumnya, kami dari awal wisata ke Flores ini selain perjalanan darat juga ingin mencoba naik kapal phinisi. Itu sebabnya perjalanan kami atur dari Timur ke Barat dan penutupnya adalah LOB live on board selama 2D1N dua hari satu malam di atas kapal. Kami mengatur sendiri liburan ke Labuan Bajo lengkapnya tentang kapal phinisi di sini ya Pengalaman Naik Kapal Phinisi Jelajah Taman Nasional KomodoMenurut Wikipedia, kata Bajo itu dari Mbajo sebutan oleh orang lokal, merupakan tempat berlabuhnya para pedagang dari Makassar Bajo dan Bugis. Dulunya merupakan salah satu desa nelayan kecil, dari 9 desa yang ada di kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sekarang Labuan Bajo sudah menjadi ibukota Kabupaten Manggarai Barat, dan menjadi kota wisata cukup ramai, dan selanjutnya bisa bereskplorasi ke obyek wisata di sekitarnya. Konon, Labuan Bajo mulai terkenal setelah ada turis mancanegara berwisata laut di perairan Flores, terutama snorkelling dan Badjo, sumber WikipediaObyek Wisata di sekitar Labuan BajoMenilik lokasinya, Labuan Bajo merupakan starting point untuk berwisata ke Taman Nasional Komodo. Taman Nasional Komodo merupakan taman yang ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1991. Hal ini disebabkan satwa komodo merupakan satu-satunya spesies di bumi ini, sehingga harus dipelihara habitat dan keberlangsungan Taman Nasional Komodo terdapat tiga pulau besar yaitu pulau Rinca, pulau Komodo, dan pulau Padar. Masih ada beberapa pulau-pulau kecil lainnya yang merupakan bukit-bukit vulkanik dengan padang savana, dan terdapat karang gosong atau pulau yang terbentuk oleh terumbu karang. Satwa komodo bernama latin Varanus Komodensis, menurut data terdapat ekor di pulau Rinca dan ekor komodo di pulau jangan khawatir, ternyata obyek wisata bukan hanya melulu mahluk reptilia ini. Karena posisi Taman Nasional Komodo berada di garis Wallace, yaitu pertemuan fauna dan flora dari benua Asia dan Australia. Maka berbagai flora dan fauna unik ada di perairan Hari Satu Malam Naik Kapal Phinisi Jelajah Perairan Labuan BajoBerikut itinerary 2D1N kami naik kapal phinisi. Kapasitas kapal untuk sekitar 20 orang. Harga sewa kapal phinisi selama dua hari satu malam tersebut sudah termasuk makan siang-snack sore-makan malam di hari pertama. Kemudian sarapan-buah-makan siang-snack sore di hari kedua. Kira-kira menjelang magrib hari kedua kami kembali ke Labuan 1 Labuan Bajo – Pulau Rinca – Pantai Pink – Pulau Komodo L/D1. Pulau RincaKapal saling mengikat satu sama lain, tidak melepas jangkar, sumber pribadiKapal berangkat dari pelabuhan Labuan Bajo pagi hari supaya cukup waktu menjelajah di perairan Flores. Tujuan pertama adalah ke Pulau Rinca disebut juga Loh Buaya dan merupakan salah satu pulau habitat satwa komodo. Kapal tidak merapat sampai ke pantai pulau Rinca, sehingga kami harus naik sekoci kapasitas 8 orang untuk sampai ke dermaga. Perlu diketahui, selama kapal phinisi menunggu kami jelajah pulau, kapal sama sekali tidak melepas jangkar, hal ini dikhawatirkan merusak terumbu karang dan ekosistem di perairan Flores. Caranya adalah antara kapal dengan kapal lain, saling kait-mengkait satu sama lain dengan tali atau drum-drum, supaya kapal tidak wira-wiri pulau-kapal mengantarkan menyambangi pulau. Kapasitas sekoci hanya 8 orangDi pulau Rinca, kita bisa memilih paket perjalanan menyusuri pulau Walking Trail secara keseluruhan yaitu Long Trek. Atau hanya perjalanan sekira 30 menit, yaitu Short Trek. Kami memilih Short Trek saja cukuplah, karena waktunya tidak ya gaes! Kalau kita ikut treking seperti ini harus patuh apa kata Ranger, atau petugas pengawas hutan. Setiap ranger akan mengawal 4 orang treker. Jalan dengan tertib di jalur yang sudah di sediakan, jangan berisik, dan jangan buang sampah sembarangan. Ranger menjelaskan tentang populasi komodo, kapan musim kawin, bertelur, dan sumber pangan. Ketika ranger menjelaskan bahwa anak-anak komodo yang baru menetas langsung naik ke pohon sebagai langkah survival, maka kami langsung auto tengak-tengok ke pohon, dong! Selain itu bila kalian bejumpa dengan komodo yang sedang walking-walking. Keep calm deh! Karena kalau kita terkejut dan lari, ya bakalan dikejar deh … Karena siang hari, mungkin panas, saya cukup puas berfoto ria dengan komodo yang sedang Datang di Pulau Rinca, sumber pribadiBerfoto bersama komodo, sumber pribadi2. Pantai PinkPink Beach sesuai namanya merupakan salah satu pantai berwarna pink di pulau Komodo. Hal ini disebabkan pecahan batu koral yang ada di pesisir pantai sekitarnya. Lautnya jernih sehingga kita bisa snorkeling dan menikmati pemandangan ikan-ikan yang jinak berenang di sekitar masih ingat kan, saya tidak ikut snorkeling dan berenang di laut ketika kami menyambangi Taman Laut 17 Pulau Riung. Nah, di sini saya menyempatkan snorkeling, pinjam snorkel teman. Ternyata sulit berenang di laut, karena rawan terbawa arus. Itu sebabnya sambil snorkeling tersebut kita wajib tetap memakai life di pantai Pink3. Pulau KomodoAwalnya dari pantai Pink, awak kapal akan membawa kami langsung ke pulau Padar untuk melihat sunset. Kemudian keesokan harinya kami akan menyusuri pulau-pulau lain tetapi tidak ke pulau Komodo. Setelah berdiskusi dengan seluruh peserta, disepakati kami mampir sebentar ke pulau Komodo, karena jaraknya lebih dekat ke pantai Pink. Lagipula sudah pun sampai ke Taman Nasional Komodo, mosok enggak mampir ke pulau halnya dengan pulau Rinca, di pulau Komodo, ada pilihan treking jalur panjang long trek sampai ke jauh ke pelosok pulau Komodo, atau hanya seputaran pantai, jalur pendek saja. Ya iyalah kami memilih jalur pendek saja short trek. Selain hari sudah sore, engga gitu-gitu amat juga para Mama ini berpetualang. Lagipula nakhoda mengingatkan semakin sore arus laut semakin kuat, kapal harus bersandar ke pantai yang arusnya pantai pulau Komodo, kami menjumpai komodo yang walking-walking dan komodo tua yang entah tidur entah sudah susah bergerak saking tuanya. Ya kami fotoin saja sang Komodo tua tersebut. Komodo di pantai ini karena sudah terbiasa dengan habitat manusia, jadi selow aja ada manusia wira-wiri fotoin mereka. Beda dengan komodo di pedalaman, kata Ranger lebih buas. Sebetulnya komodo adalah sejenis biawak, sering mendapat julukan dragon ini tidak besar, panjangnya paling 1,5 meter. Teman-teman sudah tahu kan ya, akibat sudut pengambilan kamera saja yang seolah-olah mereka terlihat berfoto bersama komodo, sumber pribadiDay 2 Pulau Padar – Pulau Manta – Pulau Kanawa – Labuan Bajo B/LMoonrise bulan terbit, sumber pribadiHari menjelang malam kapal phinisi melanjutkan perjalanan merapat mendekat ke pantai pulau Padar. Waktu itu terang bulan, sehingga kami bisa melihat bentukan pulau Padar dan pulau-pulau di sekitarnya diterangi sinar bulan. Beberapa kali listrik dari generator mati, sehingga kami terpaksa keluar kamar dan menikmati suasana saat moonrise dan sejuknya angin laut. Hampir semua pulau-pulau diperairan Flores, Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo bentukan pulaunya berupa bebatuan dan padang savana. Jarang terlihat pohon Pulau PadarTeman blogger punya kan lembar uang kertas limapuluhribuan yang baru. Coba cek lembar di baliknya. Nah, itu pulau Padar. Supaya bisa mendapatkan sudut sesuai yang ada di uang kertas, kita harus naik ke bukit. Hati-hati naik tangganya, karena sebelah kanan ada itu diputuskan kami shalat subuh terlebih dahulu di kapal, kemudian bergiliran naik sekoci diantar ke pantai pulau Padar. Turun dari sekoci, menyusuri jalan setapak bertangga naik ke bukit Pulau melihat matahari terbit. Walaupun di negeri tropis tiap hari ada matahari, tetapi menanti detik-detik terbit, tuh, tetap stunning. Apalagi waktu itu juga bulan bulat penuh. Jadi ajaib betul penampakannya, di Barat bulan mulai terbenam tapi masih tampak, sedangkan di Timur matahari mulai terbit. Karena posisi kami di atas pulau Padar, maka kami bisa menikmati kedua-duanya. Benar-benar kita harus bersyukur, bisa menikmati kekuasaan Allah swt menciptakan bumi dengan segala menanti sunrise di pulau Padar, sumber pribadi2. Pulau MantaPulau Manta sering juga disebut Manta Point adalah gugus karang gosong berpasir pink muda hampir putih. Sama halnya di Pink Beach, warna pink di sini disebabkan oleh pecahan karang berwarna merah. Dinamakan Manta Point karena terdapat habitat ikan pari Manta di sini. Kalau beruntung bisa banget berenang bersama pari. Sip kaaan…Sama halnya ketika menyambangi pulau-pulau yang ada di Taman Nasional Komodo, kami bergiliran turun dari kapal naik sekoci untuk dibawa ke pulau atau gugus karang gosong di pantai berpasir pink, sumber pribadi3. Pulau KanawaDalam perjalanan kembali ke Labuan Bajo, kapal kami merapat ke pulau Kanawa untuk menikmati keindahan laut dan pantainya. Sama halnya ke pulau-pulau sebelumnya, kami menaiki sekoci supaya bisa turun ke darat. Lautnya luar biasa bening. Hanya saja di pantai Kanawa ketika snorkeling lebih berarus daripada ketika snorkeling di Pink Beach. Pakai selalu life jacketnya ya, temans. Kita tidak tahu arus bawah laut, tanpa sadar kita sudah jauh dari bermain bersama ikan, sumber pribadiNah, teman blogger, selesai sudah rangkaian perjalanan wisata kami di daratan pulau Flores, perairan di utara pulau Flores dan perairan sekitar Labuan Bajo. Kami kembali ke hotel Luwansa untuk bermalam semalam lagi, dan besok kembali ke rumah masing-masing di kota kembali ke pelabuhan Labuan Bajo. C U next trip. Sumber pribadiTips Berwisata di PantaiBerwisata ke pantai tentunya beda dengan berwisata ke gunung. Untuk itu teman-teman perlu menyiapkan beberapa perlengkapan untuk wisata ke baju sesuai keperluan yang ringan dan menyerap keringat. Bila memakai celana panjang, hindari celana jeans atau yang berbahan tebal dan berat. Bila terkena air akan susah kering dan menambah topi lebar dan kacamata hitam untuk melindungi mata dari terik sunblock untuk melindungi kulit dari panas matahari yang minum. Selalu sedia air minum di HP dan camera dari air laut. Sekarang tersedia sarung atau kantung HP khusus supaya tidak kena air. Kalau memiliki kamera bawah air bagus juga untuk memotret keanekaragaman ikan ketika dua pasang sepatu. Satu pasang untuk treking. Di pulau Padar harus berjalan kaki dan naik ke bukit, pakai sepatu kets atau sepatu khusus untuk treking. Satu pasang lagi bisa berupa sepatu sandal atau sepatu anti air aqua shoes untuk bermain di pantai. Pantai di pulau Kanawa pasirnya tajam sehingga kurang nyaman bila berjalan telanjang kaki. Sandal gunung menurut saya paling pas, one for all, satu alas kaki untuk semua safety first ya. Dan jangan membuang sampah sembarangan, jaga terus kebersihan jumpa di kisah perjalan saya di tempat 16 Februari 2020Bandung, 17 Juni 2019

pengalaman liburan ke labuan bajo